Senin, 06 Mei 2024

Arial Effendi; " PT. BPP Diminta Buka Tanggul, Bukan Bibit yang Dibutuhkan, Tapi Mencegah Kebun tidak Kebanjiran"

Berbagi >
IKLAN

  



 Arial Efendi

Pasaman Barat, zamanterkini.com ---- Masyarakat pekebun Air Bangis Kecamatan Sungai Beremas Kabupaten Pasaman Barat yang terimbas genangan air yang diduga efek dari pembuatan tanggul PT BPP (Bakrie Pasaman Plantation), meminta perusahaan perkebunan itu untuk merealisasikan tuntutan mereka agar PT. BPP membobol tanggul dan mengembalikan aliran air seperti sebelumnya. Mereka butuh normalisasi lahan kembali bukan bantuan bibit sawit.


Hal tersebut ditegaskan salah seorang tokoh asal Air Bangis, Arial Efendi yang juga mantan Kepala Dinas Perikanan Pasbar, Minggu (5/5/2024), menanggapi adanya rencana PT. BPP membantu bibit bagi yang terdampak banjir.


Menurut Arial Efendi, lahan masyarakat terendam air sejak enam bulan terakhir. Biasanya tidak pernah seperti yang terjadi saat ini karena genangan air tak berhenti surut seperti sedia kala.  Padahal biasanya, banjir hanya terjadi sebentar dan itupun hanya sekali tiga atau lima tahun dan tak lama akan surut kembali, ujarnya.


"Kalau saat ini, yang dibutuhkan masyarakat pekebun di sekitar PT. BPP itu, bukan bibit sawit,  soalnya hingga kini menurut keterangan warga, di lahan  itu, air masih tergenang hingga lutut. Gimana cara menanam bibit sawit, sedangkan sawit yang ada saat ini sudah banyak yang mati, begitupun tanaman jeruk, " keluhnya Minggu kemaren.


 Tanggul PT. BPP di Unit II Air Balam


Dia juga mengungkapkan bahwa tidak masuk akal kalau sawit yang sudah produksi diganti dengan bibit, Menurutnya, tuntutan masyarakat adalah tanggul yang menutup aliran ke Sikobo dan tanggul lainnya yang mengarah ke laut supaya dibuka, agar air berbagi seperti semula. 



Selain itu Arial juga mempertanyakan, tentang kajian tehnis dan lingkungan dari perusahaan apakah ada dilaksanakan  konsultasi pablik dengan masyarakat sekitar atau dengan pemerintah nagari dan kecamatan. Karena sepengetahuannya tidak pernah pihak perusahaan mensosialisasikannya.

 

Sehubungan dengan itu jelas Arial, solusinya, tanggul yang ada dibobol untuk pintu air keluar, agar lahan warga tidak tergenang terus. Sehingga bisa beraktivitas lagi dalam merawat dan mengolah kabun masyarakat.


"Ambo raso kalau  PT. BPP mau mambobol tanggul tu mungkin sajo bisa tercapai solusi. Tapi kalau yang ditawar penggantian bibit itu tidak masuak aka doh pak. Sebab cako pak Kamel pai ka lahan, aia sampai lutuik. Patang waktu tim Lingkungan Hidup jo nagari serta kecamatan turun ka lahan tu, aia jua sampai lutuik. Bilo lo aia ko ka kariang kalau indak dibobol pintu aia nan mangarah ka Sikobo dan pintu lainnyo?, tanyanya lagi dalam dialek bahsa daerah.


Pernyataan Arial Efendi tersebut disampaikannya sebagai tanggapan atas pernyataan PT. BPP yang menyebut bahwa tanggul yang mereka bangun bukan penyebab banjir. Karena menurut perusahaan pihaknya telah membangun sesuai kajian teknis dan lingkungan.


PT. BPP berencana akan membantu warga terdampak dengan pengadaan bibit sawit. Hal tersebut disampaikan Legal PT. BPP, Sanjaya menjawab pertanyaan media ini, Rabu (1/5/2024), melalui sambugan pesan whatsaap. 


Hal ini terkait keluhan masyarakat sekitar perusahaan yang menyebut tanaman mereka mati akibat banjir yang dipicu pembuatan tanggul oleh PT. BPP di sekitar sungai di lokasi Unit II Air Balam   **** iz


  

Berbagi >

Tidak ada komentar:

Posting Komentar