Sayap Jembatan Batang Tomak Pigogah Nyaris Jebol, Warga Khawatirkan Kualitas Konstruksi PASAMAN BARAT, zamanterkini.com – Kondisi infra...
![]() |
| Sayap Jembatan Batang Tomak Pigogah Nyaris Jebol, Warga Khawatirkan Kualitas Konstruksi |
PASAMAN BARAT, zamanterkini.com – Kondisi infrastruktur pada ruas jalan strategis Bunga Tanjung–Teluk Tapang kembali menjadi sorotan. Sayap jalan (oprit) di sisi Jembatan Batang Tomak, Kabupaten Pasaman Barat, dilaporkan mengalami kerusakan parah hingga nyaris jebol. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengancam integritas struktur utama badan jembatan jika tidak segera mendapat penanganan teknis dari pihak terkait.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi beberapa hari yang lalu, terlihat penurunan permukaan tanah (amblas) dan retakan lebar pada bagian sayap jalan di sisi jembatan. Material penahan di bawah struktur beton diduga tidak mampu membendung gerusan air (abrasi) saat curah hujan tinggi, yang mengakibatkan terjadinya longsoran signifikan pada tepi jembatan.
Menurut keterangan masyarakat setempat, gejala kerusakan ini mulai muncul sejak Desember tahun lalu akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan Pasaman Barat. Namun, hingga memasuki pertengahan tahun 2026, titik kerusakan tersebut belum tersentuh perbaikan permanen.
"Jika dibiarkan berlarut-larut, bukan hanya bahu jalan yang hilang, tapi bisa merembet ke badan utama jembatan. Ini adalah jalur vital menuju Teluk Tapang," ungkap salah seorang warga yang melintas.
Ironisnya, Jembatan Batang Tomak merupakan bagian dari proyek strategis yang diresmikan oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, pada tahun 2025 lalu. Munculnya kerusakan serius dalam waktu yang relatif singkat setelah peresmian memicu pertanyaan di tengah masyarakat mengenai kualitas pengerjaan dan ketahanan konstruksi penahan (talud) di area tersebut.
Padahal, pada tahun anggaran 2026, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,5 miliar yang sedianya diperuntukkan bagi kelanjutan pembangunan ruas Bunga Tanjung–Teluk Tapang, termasuk pengerjaan oprit Jembatan Pigogah. Masyarakat pun mendesak agar alokasi tersebut juga diprioritaskan untuk pemeliharaan dan penguatan titik-titik rawan seperti di Jembatan Batang Tomak ini.
Warga meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat maupun Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan teknis. Langkah penguatan pada bagian dinding penahan (abutment) dan sayap jalan sangat mendesak dilakukan demi menjamin keselamatan pengguna jalan serta mencegah kerugian negara yang lebih besar akibat kerusakan infrastruktur yang lebih parah. *** irz
.jpeg)



COMMENTS