PASAMAN BARAT — Harapan baru bagi percepatan pembangunan dan peningkatan ekonomi di wilayah terpencil Pasaman Barat mulai menemui titik ter...
PASAMAN BARAT — Harapan baru bagi percepatan pembangunan dan peningkatan ekonomi di wilayah terpencil Pasaman Barat mulai menemui titik terang. Pembangunan Jalur Lingkar Terluar dinilai menjadi kunci utama untuk membuka "gembok" keterisolasian yang selama ini dialami oleh Jorong Rura Patontang.
Selama ini, akses menuju Rura Patontang terbilang sulit karena jalur tersebut merupakan jalan buntu yang tidak tersambung ke jorong lain. Namun, sebuah gagasan cemerlang muncul sebagai solusi konkret yang sangat realistis untuk segera diwujudkan.
Tokoh masyarakat asal Sawah Mudik, Kecamatan Ranah Barat, M. Riad Zamin, mengungkapkan bahwa solusi terbaik adalah dengan membangun Jalur Lingkar Terluar yang menghubungkan Rura Patontang menuju Sawah Mudik. Menariknya, jalur ini bukanlah hal baru, melainkan rute sejarah yang sudah digunakan sejak zaman Belanda.
“Saya rasa perlu dibangun jalan lingkar luar terus ke Sawah Mudik. Jaraknya hanya sekitar 2 KM dari Rura Patontang ke jalan yang sudah diterobos dari Sawah Mudik,” ungkap Riad optimistis.
Riad menambahkan, dahulu masyarakat memanfaatkan jalan setapak ini untuk urusan kekeluargaan dan pernikahan. Saat ini, masyarakat Sabajulu (Sawah Mudik) bahkan telah bergotong-royong merintis jalan tersebut.
Jarak yang tersisa terbilang sangat dekat dan sangat mungkin untuk segera ditembus. Sabajulu ke Batang Batahan: Hanya sekitar 0,5 KM. Kemudian dari Batang Batahan ke Rura Patontang: Hanya sekitar 2 KM.
Kabar baiknya, rencana ini mendapat dukungan dari tingkat akar rumput. Mengenai pembebasan lahan yang kerap menjadi kendala pembangunan, Riad memastikan hal tersebut akan berjalan lancar berkat kerja sama yang baik antar-warga.
"Itu tidak akan menjadi masalah jika didasari dengan niat baik," tegasnya.

Jika hal ini terealisasi, maka akan terbentuk jaringan konektivitas yang solid antara Jorong Pangambiran – Jorong Rura Patontang – Jorong Sawah Mudik – Jorong Silayang Julu (Nagari Batahan Utara) dan joong lainnya..
Langkah ini dinilai sangat strategis untuk mengentaskan ketertinggalan di Kabupaten Pasaman Barat. Riad pun mendorong pihak legislatif dan eksekutif untuk bersinergi melahirkan program "Membangun Jalur Terluar Se-Kabupaten Pasaman Barat".
Dengan terbukanya akses jalan ini, manfaat luar biasa yang akan dirasakan masyarakat antara lain:
Akses Kesehatan yang Cepat: Masyarakat tidak lagi kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan.
Pendidikan yang Layak: Anak-anak di daerah terpencil memiliki akses mobilitas yang lebih baik menuju sekolah.
Kemerdekaan Ekonomi: Arus komoditas dan hasil bumi akan berputar lebih cepat, meningkatkan kesejahteraan warga.
Filosofi membangun dari pinggiran ini diharapkan mampu menghapus kesenjangan pembangunan yang selama ini sering terpusat di perkotaan.

“Membangun daerah itu dimulai dari daerah terluar. Agar kemerdekaan yang selama ini dinikmati bisa dirasakan merata oleh seluruh warga. Jika hal ini terlaksana, maka terciptalah masyarakat yang harmonis, saling menghargai, tidak ada lagi kasta antar-wilayah, dan menjadikan daerah ini sebuah daerah yang barokah,” tutup Riad penuh harap.. **** irz


COMMENTS