OPINI Oleh: Dr. Ikhwanri, M.Pd (Dosen IAI Yaptip Chadijah Ismail) SELAMA ini struktur keuangan Pasbar masih sangat bergantung pad...
OPINI
SELAMA ini struktur keuangan Pasbar masih sangat bergantung pada transfer dari pemerintah pusat. Penurunan yang terjadi di tahun 2026 bukan sekadar masalah satu tahun ini saja, melainkan menjadi tanda awal sekaligus pengingat dalam menyongsong penyusunan anggaran tahun 2027.
Jika tidak ada perubahan strategi yang
mendasar, kondisi ini bisa berlanjut atau bahkan menjadi lebih berat di tahun
mendatang. Oleh karena itu, langkah perbaikan yang dilakukan saat ini harus
menjadi fondasi yang kokoh bagi pelaksanaan anggaran tahun 2027 nanti.
Menurut
penulis, dalam situasi keuangan yang semakin terbatas, dibutuhkan terobosan
yang terencana dan terukur. Segala upaya yang dijalankan sekarang harus
ditujukan agar pada tahun 2027 daerah tidak lagi hanya menunggu bantuan dari
luar, tetapi sudah memiliki sumber kekuatan sendiri.
Beberapa
langkah strategis untuk penanganan saat ini dan persiapan menuju 2027 sebagai
berikut:
1. Tingkatkan
Pendapatan Daerah, Siapkan Hasil untuk 2027
Peningkatan
pendapatan tidak boleh bersifat sesaat, melainkan dirancang agar mulai
memberikan kontribusi nyata pada anggaran tahun 2027. Beberapa hal yang bisa
dijalankan:
- Mengelola
lahan milik daerah: Kebun Tanah Kas Desa seluas 128 hektar di Muara Kiawai yang
perlu diremajakan, ditambah lahan kosong sekitar 50 hektar di lokasi yang sama,
menjadi aset paling potensial. Jika proses penanaman dan pemeliharaan segera
dimulai tahun ini, hasilnya sudah dapat mulai masuk dan dicatat sebagai
pendapatan tetap dalam struktur anggaran 2027.
- Selesaikan
aset yang terbengkalai: Pembangunan mes Pemda di Ulak Karang Padang yang sudah
terdanai lebih dari Rp3 miliar, serta mes di Simpang Empat yang sementara
difungsikan sebagai kantor, harus segera diselesaikan paling lambat akhir tahun
2026. Dengan begitu, kedua fasilitas ini sudah dapat dioperasionalkan dan
menyumbang pemasukan sejak awal tahun 2027.
- Lakukan
inventarisasi aset secara menyeluruh: Sebelum penyusunan Rancangan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2027 dimulai,
pemerintah
daerah harus memiliki data lengkap aset mana saja yang bisa dioptimalkan agar
tidak ada kekayaan daerah yang menganggur tanpa nilai ekonomi.
2. Lakukan
Penghematan, Susun Pola Belanja untuk 2027
Anggaran yang
semakin terbatas menuntut perubahan cara belanja yang harus menjadi kebiasaan
baru saat menyusun anggaran 2027 nanti:
- Pangkas
seluruh belanja yang tidak mendesak, bersifat seremonial, atau tidak berdampak
langsung pada kepentingan masyarakat luas.
- Jadikan
prinsip prioritas sebagai dasar utama penyusunan anggaran 2027: alokasi dana
harus lebih banyak ditujukan untuk pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM),
pemeliharaan infrastruktur, serta program-program yang mampu meningkatkan
pendapatan daerah sendiri.
- Setiap
rupiah yang dibelanjakan harus dihitung manfaatnya agar tidak terjadi
pemborosan di tengah keterbatasan.
3. Perkuat
Kemitraan untuk Mendukung Anggaran 2027
Untuk
melengkapi kekurangan dana dan memperkuat posisi anggaran tahun depan, perlu
dibangun komunikasi dan kerja sama yang aktif mulai sekarang:
- Dengan
pemerintah pusat dan provinsi: Segera susun dan ajukan proposal lengkap mengenai
kondisi serta rencana pembangunan daerah. Hal ini membuka peluang untuk
mendapatkan dukungan khusus atau alokasi tambahan yang bisa dimasukkan dalam
perhitungan anggaran tahun 2027.
- Dengan
pihak swasta dan investor: Berikan kepastian hukum, kemudahan layanan, dan
jaminan keamanan berusaha agar minat berinvestasi di Pasbar meningkat. Masuknya
investasi baru akan memperluas basis ekonomi daerah dan menambah potensi
penerimaan pajak daerah di tahun mendatang.
- Dengan
dunia usaha lokal: Libatkan perusahaan perkebunan, pabrik kelapa sawit, serta
lembaga perbankan untuk berkontribusi melalui program Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan (CSR). Kontribusi ini bisa mendukung program pembangunan sehingga
tidak membebani alokasi anggaran daerah di tahun 2027.
Penurunan TKD
tahun 2026 adalah tantangan sekaligus kesempatan emas bagi Kabupaten Pasaman
Barat. Semua upaya perbaikan yang dilakukan sekarang tidak hanya bertahan untuk
tahun ini saja, melainkan menjadi investasi utama dalam menyusun anggaran yang
lebih sehat dan mandiri di tahun 2027
mendatang.
Jika dikelola dengan kesungguhan dan perencanaan yang matang, keterbatasan saat
ini justru akan melahirkan fondasi keuangan daerah yang lebih kuat dan
berkelanjutan ke depannya.....semoga! (

COMMENTS