Akses Jalan Buruk, Ibu Hamil di Rura Patontang Ditandu 3 KM; Bayi Meninggal Dunia di RSUD Simpang Empat PASAMAN BARAT, zamanterkini.com ...
![]() |
| Akses Jalan Buruk, Ibu Hamil di Rura Patontang Ditandu 3 KM; Bayi Meninggal Dunia di RSUD Simpang Empat |
PASAMAN BARAT, zamanterkini.com — Tragedi kemanusiaan kembali terjadi di pedalaman Pasaman Barat. Akibat infrastruktur jalan yang rusak parah, seorang ibu hamil bernama Irhamni (38), warga Jorong Rura Patontang, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, terpaksa ditandu warga sejauh 3 kilometer demi mendapatkan layanan medis, Kamis (14/5/2026).
Peristiwa memilukan ini bermula sekitar pukul 13.00 WIB (pukul 1 siang). Irhamni yang tengah dalam kondisi darurat setelah mengalami pecah ketuban di rumahnya, disarankan oleh bidan jorong setempat untuk segera dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai karena kondisinya tidak mungkin lagi ditangani di lokasi.
Kondisi jalan menuju permukiman warga yang berlumpur, sempit, dan rusak parah membuat kendaraan roda empat tidak dapat menjangkau lokasi. Akhirnya, keluarga bersama warga setempat terpaksa bergotong royong menandu Irhamni menggunakan alat seadanya menuju titik yang bisa dijangkau oleh ambulans.
"Karena mobil tidak bisa masuk, warga harus menandu ibu tersebut melewati medan yang sangat berat, licin, dan berlumpur," ujar Saluddin, salah seorang warga yang ikut menyaksikan proses evakuasi.
Ambulans baru bisa menjangkau pasien sekitar pukul 13.45 WIB di titik yang memungkinkan kendaraan lewat. Irhamni kemudian segera dilarikan ke Puskesmas Parit—pilihan fasilitas terdekat dibandingkan RS Simpang Empat—mengingat kondisi pasien yang sudah kritis.
Setibanya di Puskesmas Parit, Irhamni melahirkan anak keempatnya. Namun, perjuangan itu berujung duka. Sang bayi didiagnosis mengalami asfeksia berat (kondisi kekurangan oksigen) dan harus segera dirujuk ke RSUD Simpang Empat (SP 4).
Kabar terbaru menyebutkan bahwa bayi tersebut dinyatakan meninggal dunia dan jenazahnya akan dibawa kembali ke Puskesmas Parit. Sementara itu, sang ibu, Irhamni, kini dalam proses rujukan ke RSUD Simpang Empat untuk penanganan medis lebih lanjut.
Saluddin mengungkapkan bahwa kejadian seperti ini bukanlah yang pertama kali. Buruknya akses jalan di Rura Patontang telah lama menjadi momok bagi masyarakat, terutama saat ada warga yang sakit atau hendak melahirkan.
"Kejadian ini bukan yang pertama kali. Beberapa waktu lalu, ada warga yang melahirkan di jalan, bahkan ada yang meninggal dunia di tengah jalan karena terlambat mendapat pertolongan," ungkap Saluddin dengan nada getir.
Mewakili warga, ia sangat berharap Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat segera mengambil tindakan nyata untuk menganggarkan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah mereka.
"Kami sangat berharap jalan ini cepat diperbaiki agar masyarakat tidak susah lagi keluar. Yang ditandu butuh mental kuat, yang menandu pun butuh fisik kuat. Jangan biarkan kami terus bertaruh nyawa di jalan yang rusak seperti ini," pungkasnya. **** irz
.png)
.jpeg)
.png)
.png)
COMMENTS