Pemerhati Sosial, Radid Akbar Soroti Duka Ibu Hamil dari Rura Patontang, Usulkan Ini ke Pemkab Pasbar Pasaman Barat, zamanterkini.com...
| Pemerhati Sosial, Radid Akbar Soroti Duka Ibu Hamil dari Rura Patontang, Usulkan Ini ke Pemkab Pasbar |
Pasaman Barat, zamanterkini.com — Salah seorang pemerhati sosial di Pasaman Barat, Radid Akbar, menyampaikan belasungkawa atas peristiwa yang menimpa seorang ibu hamil asal Jorong Rura Patontang, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, yang harus ditandu menuju layanan kesehatan akibat buruknya akses jalan di daerah tersebut.
“Innalillahi wainnailaihi raji’un. Kita turut berduka atas musibah ini,” ujar Radid, Jumat.
Diketahui, ibu hamil tersebut sebelumnya harus dibawa menuju Puskesmas Parit untuk mendapatkan pertolongan medis. Setelah melahirkan, bayi yang dilahirkan kemudian dirujuk ke RSUD untuk menjalani perawatan intensif karena didiagnosis mengalami asfeksia berat. Namun nyawa bayi tersebut akhirnya tidak tertolong.
Menurut Radid, pecah ketuban sebenarnya merupakan proses alami menjelang persalinan. Namun keterlambatan mendapatkan penanganan medis dapat meningkatkan risiko bagi ibu maupun bayi.
“Di berita terbaca ketubannya pecah sekitar pukul 13.00 WIB (pukul 1 siang), kemudian perjalanan menuju puskesmas memakan waktu terlalu lama. Dalam kondisi seperti itu tentu risiko semakin besar,” ungkapnya.
Ia menilai kejadian tersebut menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah agar segera mencari solusi nyata terhadap persoalan akses kesehatan di wilayah terpencil.
Menurutnya, apabila pembangunan infrastruktur jalan masih membutuhkan waktu panjang dan program pelayanan dokter spesialis ke kampung dianggap sulit diterapkan, maka pemerintah daerah sebaiknya menyiapkan tempat akomodasi sementara bagi ibu hamil yang sudah mendekati waktu persalinan.
“Sebaiknya ada tempat tinggal sementara di pusat kota bagi ibu hamil yang sudah dekat masa melahirkan, khusus untuk warga dari daerah terpencil seperti Rura Patontang. Tentu dengan rekomendasi bidan,” sarannya.
Radid menilai sangat disayangkan apabila risiko persalinan membesar hanya karena keterbatasan akses jalan dan minimnya fasilitas kesehatan yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah.
Sebagai warga Simpang Empat, ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.
“Yang paling penting sekarang bagaimana risiko kesehatan masyarakat jangan terus meningkat hanya karena minimnya infrastruktur dan fasilitas pelayanan. Itu adalah tugas pemerintah untuk melayani masyarakat,” tegasnya. *****irz
COMMENTS