Kamis, 01 Juli 2021

Dinas Pariwisata Pasbar Mantapkan Program dengan Menerima Masukan dari Pegiat Wisata Pasbar

Berbagi >
IKLAN

 

 Dalam suatu kunjungan ke Lapangan terkait pengembangan wisata Pasbar


Pasaman Barat, zamanterkini.com ---Dinas Pariwisata Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) Provinsi Sumatera Barat, terbuka menerima masukan positif dalam peningkatan dan pengembangan bidang kepariwisataan di daerah itu.

 

Sebab menurut Kepala Dinas Pariwisata Pasbar, Defi Irawan, dengan adanya masukan dan kerja sama dengan masyarakat seperti kelompok pegiat wisata, Insya Allah program kepariwisataan Pasbar akan berjalan lebih optimal.

 

“Kita terima masukan agar program kita lebih baik dan sesuai prioritas dan akan diteruskan pada pimpinan atau kepala daerah untuk memantapkan program pembangunan bidang pariwisata sesuai visi dan misi bupati, “ kata Defi Irawan, Rabu (30/06/2021) di Simpang Empat.

 

Walau situasi dan kondisi masa pandemi Covid-19, sejak 2020 – 2021, yang membuat sektor pariwisata  lesu disebabkan anggaran kegiatan di sektor ini yang tidak ada dan diperparah kebijakan pemerintah yang menutup objek wisata, Namun Dinas Pariwisata Pasbar tetap berupaya untuk berinovasi dalam mengembangkan wisata sesuai potensi dan kemampuan daerah.

 

Dinas Pariwisata Pasbar  berupaya berinovasi, memetakan dan menggali potensi pengembangan wisata dengan menyususn program strategis kepariwisataan Pasbar dan membina kelompok pegiat wisata sekaligus terbuka dan menerima masukan positif dalam pengembangan wisata Pasbar.

 

Plt Kepala Dinas Pariwisata Pasbar,  Defi Irawan yang baru dipercaya 3 bulan dalam memimpin dinas tersebut tunjukkan komitmennya dalam mengupayakan pengembangan kepariwisataan Pasbar. Dengan harapan dapat meningkatkan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.

 

Sebelumnya, Defi Irawan pernah menjabat sebagai seretaris dinas dan telah miliki banyak pengalaman dan kompetensi bidang kepariwisataan, walau basic  awalnya adalah seorang guru.

 

 Defi Irawan, kepala Dinas Pariwisata Pasbar

Mengenai PAD katanya, dulu memang ada PAD dari sewa baju adat dan pengelolaan Mes Pemda seperti di Air Bangis, namun saat ini dikelola oleh pihak kecamatan. Demikian pula jelasnya, pajak perhotelan rumah makan, menjadi bagian tugas dari BAPD. Dinas Pariwisata sifatnya membangun atau memelihara dan mempromosikan, “ terangnya

 

Saat ini menurut Defi Irawan, program yang dijalankan adalah program yang disusun tahun 2020, ketika Kepala Dinas Pariwisata dijabat oleh Dra.Tantri Desniwarti. Artinya, program yang disesuaikan dengan situasi pandemi Covid-19 dan Tidak ada yang bisa dibuat karena tidak ada anggaran, dikarenakan recofusing anggaran, kata Defi Irawan, Rabu (30/06/2021).

Namun ia menjelaskan,  Dinas Pariwisata Pasbar telah menyiapkan beberapa program perencanaan pengembangan destinasi wisata di daerah itu. Sebagaimana tren pariwisata saat ini mengarah ke wisata kuliner, wisata pantai dan wisata alam.

 

Ia menyebutkan, perencanaan pengembangan destinasi wisata itu, di anataranya, pengembangan Taman Median Jalur Mahoni, Taman Kota Pusat Kuliner, Destinasi Wisata Sipagogo, Wisata Batu Balipek Kinali dan pengembangan Dermaga Wisata Air Bangis.  

 

Mulai dari Detail Engineering Design (DED) sampai pada video animasi telah disiapkan tinggal pelaksanaannya.  Dengan moto, wisata murah dan tidak jauh dari pusat kota.

 

“Program pengembangan  dengan suatu perencanaan dengan biaya nol rupiah, kini telah diajukan proposal ke Jakarta sesuai dengan DED yang telah disusun dan planing aksinya. Disamping itu, Dinas Pariwisata juga terbuka dengan masukan dari pegiat wisata,  yang tentunya sesuai dengan Tufoksi Pariwisata, “sebutnya

 

Selain itu, juga ada program Geopark, yang masih dalam proses, dengan anggaran Rp. 500 juta. Dalam hal ini Dinas Pariwisata berharap terlaksana sesuai aturan yang akan dilaksanakan bersama Kelompok Kerja Komunitas. Dan harus berpedoman pada kerangka acuan kerja yang jelas dan melalui proses leleng.

 

Menurutnya, pelaksanaan program kepariwisataan Pasbar tentu sesuai dengan perencannaan dan kondisi anggaran serta koordniasi dengan pimpinan, sesuai visi misi Bupati dan program kerja prioritas.

 

“Situasi saat ini pada masa pendemi Covid-19, saya kira siapapun kepala dinasnya, baik saya maupun yang lain, dengan anggaran yang minim, kondisi pariwisata Pasbar relatif staknan dan tidak bisa bergerak laju. Kita jangan terlalu bermimpi karena semuanya masih perlu proses dan tahapan serta terkendala anggaran, “ jelas Defi.

 

Lanjutnya, di Pasbar memang belum ada destinasi khusus yang dikelola oleh Pemda. Hal ini juga dikarenakan status kepemilikan tanahnya bukan milik Pemda. Namun pengembangan wisata yang mudah terjangku adalah di pusat kota menjadi prioritas jangka pendek degan pembuatan taman-taman, lokasi hiburan dan pusat kuliner.***rasih/i


Berbagi >

Tidak ada komentar:

Posting Komentar