Duka Pemakaman Bayi Rura Patontang KOTO BALINGKA, zamanterkini.com — Suasana duka menyelimuti Jorong Rura Patontang, Nagari Pematang P...
![]() |
| Duka Pemakaman Bayi Rura Patontang |
KOTO BALINGKA, zamanterkini.com — Suasana duka menyelimuti Jorong Rura Patontang, Nagari Pematang Panjang, pada Jumat (15/5/2026) pagi. Bayi mungil dari Irhamni (38), yang sebelumnya harus dievakuasi warga dengan tandu sejauh 3 kilometer, akhirnya dimakamkan setelah dinyatakan meninggal dunia di RSUD Simpang Empat.
Setelah mengembuskan napas terakhir akibat kondisi asfeksia berat, jenazah bayi tersebut diantar oleh pihak RSUD kembali ke Puskesmas Parit pada Kamis malam.
Menurut Salah seorang warga, Saluddin, sekitar pukul 00.00 WIB, sejumlah warga dari Rura Patontang telah bersiap menjemput kedatangan jenazah di Puskesmas Parit. Dengan sisa-sisa tenaga, warga kemudian membawa jenazah bayi tersebut kembali ke kampung halaman melewati akses jalan yang sulit. Rombongan warga baru tiba di kediaman sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.
Prosesi pemakaman dilakukan oleh masyarakat setempat pada Jumat pagi sekitar pukul 10.00 WIB di pemakaman umum Rura Patontang.
Di sisi lain kata Saluddin, sang ibu, Irhamni, hingga saat ini dikabarkan masih menjalani perawatan intensif di RSUD Simpang Empat. Masyarakat dan keluarga terus memanjatkan doa agar kondisi Irhamni segera pulih dan dapat segera kembali ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga, meski harus menerima kenyataan pahit kehilangan buah hatinya.
Tragedi ini menjadi pemantik kemarahan sekaligus kesedihan mendalam bagi warga Rura Patontang. Mengingat kejadian serupa sudah berulang kali terjadi, masyarakat kini menagih janji dan peran nyata Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat.
"Kami meminta dengan sangat agar Bupati Pasbar segera membangun jalan yang layak tempuh ke wilayah kami. Kejadian seperti ini sudah terlalu sering terulang," ungkap Saluddin, salah seorang tokoh masyarakat setempat.
Masyarakat menegaskan bahwa akses jalan bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan penentu terwujudnya hak dasar warga negara. Tanpa jalan yang layak, hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat dan pendidikan yang merata akan terus terhambat oleh isolasi geografis. **** irz



COMMENTS