Akses Listrik PLN dan Internet Belum Masuk di Poros - Teluk Tapang, Ini Tanggapan PLN PASAMAN BARAT, zamanterkini.com — Kebutuhan akan pa...

Akses Listrik PLN dan Internet Belum Masuk di Poros - Teluk Tapang, Ini Tanggapan PLN
PASAMAN BARAT, zamanterkini.com — Kebutuhan akan pasokan listrik dan jaringan internet yang stabil kian mendesak bagi masyarakat di kawasan Poros dan kampung sekitarnya Kecamatan Sungai Beremas hingga kawasan Teluk Tapang, Kabupaten Pasaman Barat. Meski infrastruktur jalan di wilayah tersebut telah mengalami perbaikan signifikan dalam dua tahun terakhir, ketiadaan akses energi dan komunikasi masih menjadi batu sandungan utama bagi kemajuan warga setempat.
Kondisi ini berdampak langsung pada sektor pendidikan. Sekolah dasar dan menengah di daerah tersebut, terpaksa melaksanakan kegiatan belajar-mengajar dengan keterbatasan fasilitas digital akibat belum tersentuhnya aliran listrik dari PT PLN (Persero). Padahal, akses jalan sepanjang kurang lebih 32 kilometer dari Lubuk Buaya menuju Teluk Tapang saat ini sudah dalam kondisi mantap.
Apalagi di era modern, listrik telah menjadi tulang punggung kehidupan yang menggerakkan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan komunikasi. Kehadiran listrik adalah kunci memangkas kesenjangan digital. Tanpa energi yang stabil, sekolah terhambat dalam pembelajaran berbasis teknologi dan UMKM sulit berkembang.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Simpang Empat, Asri Abrialdi belum lana ini, didampingi oleh stafnya, menyatakan bahwa pihak PLN pada dasarnya siap menyediakan jaringan listrik asalkan ada permohonan resmi dari masyarakat atau instansi terkait.
"Untuk fasilitas pendidikan seperti sekolah, pihak sekolah dapat langsung mengajukan surat permohonan resmi. Prosedurnya meliputi pengajuan surat, survei oleh tim teknis di lapangan, pelaporan ke unit regional PT PLN (Persero) UP3 Bukittinggi, hingga penyampaian hasil survei kembali kepada pihak pemohon," ujar Asri.
![]() |
| Kepala PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Simpang Empat, Asri Abrialdi |
Namun, Asri tidak menampik adanya tantangan besar yang tengah dihadapi internal PLN saat ini. Proses pembangunan infrastruktur baru kini harus melewati tahapan yang lebih ketat, terutama menyangkut Kajian Kerja Operasi (KKO) dan Kajian Kerja Finansial (KKF). Hal ini dikarenakan skema bantuan atau subsidi yang tidak lagi sama seperti sebelumnya, sehingga setiap keputusan investasi memerlukan perhitungan matang dan tidak dapat diputuskan dalam waktu singkat.
Terkait progres ke depan, Asri menjelaskan bahwa usulan penyediaan listrik untuk jalur Teluk Tapang sebenarnya sudah masuk dalam daftar perencanaan PLN. Kendati demikian, proyek tersebut sejauh ini belum menjadi prioritas utama.
Sebagai solusi alternatif untuk sektor pendidikan, PLN sempat mengusulkan program "Super Sun"—sebuah inovasi pembangkit listrik mandiri skala kecil—untuk sekolah-sekolah di wilayah Poros. Program serupa tercatat telah sukses diterapkan di beberapa daerah kepulauan seperti Pulau Panjang dan Mentawai.
Pihak PLN Simpang Empat menegaskan bahwa kepastian waktu realisasi pembangunan jaringan ini belum dapat dipastikan secara instan oleh petugas di lapangan. Segala keputusan proyek infrastruktur besar sangat bergantung pada rencana jangka panjang (LTV) serta program strategis berskala nasional.
Masyarakat berharap, ke depan ada intervensi melalui program nasional agar seluruh warga di kawasan Poros hingga Teluk Tapang dapat segera menikmati penerangan dan konektivitas internet yang layak demi mengejar ketertinggalan. **** irz

COMMENTS